Photobucket"alt="gambar"title="klik here to get more"/>

Mengenai Saya

Foto Saya
kecil tapi berkeinginan besar

Senin, 12 November 2012

METODE DAN KRITERIA BELAJAR MENGAJAR


PENDAHULUAN

            Dalam dunia pendidikan pada khususnya kegiatan belajar mengajar, strategi sangat diperlukan. Belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang bernilai edukatif yang didalamnya terdapat interaksi antara pengajar/guru dengan peserta didiknya. Dalam konteks pengajaran, strategi dimaksudkan sebagai daya upaya pengajar/guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajaragar tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dan berhasil guna.
            Strategi belajar mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi belajar mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai.
            Salah satu wawasan yang perlu dimiliki guru adalah tentang strategi belajar mengajar yang merupakan garis-garis besar haluan bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang digariskan. Dengan memiliki strategi seorang guru akan mempunyai pedoman dalam bertindak yang berkenaan dengan alternatif pilihan yang mungkin di dapat dan harus ditempuh. Sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara sistematis, terarah, lancar dan efektif.








PEMBAHASAN
A.DEFINISI METODE BELAJAR MENGAJAR
            Dalam proses belajar mengajar, tentunya terdapat metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan cara-cara yang ditempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang menyenangkan dan mendukungbagi kelancaran proses belajara dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan.
            Sebagai seorang guru, tentunya mengetahui metode-metode pembelajaran di sekolah sangatlah penting. Tanpa mengetahui metode-metode pembelajaran, jangan harap proses belajar mengajar dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, untuk mendorong keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar, guru seharusnya mengerti akan fungsi dan langkah-langkah pelaksanaan metode mengajar. Berikut ini adalah beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan:
B. MACAM METODE PEMBELAJARAN
1.      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari guru kepada peserta didik. Metode ceramah merupakan cara belajar atau mengajasr yang menekankan pemberitahuan satu arah dari pengajar kepada pealajar. Metode ceramah dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis ntuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham.
Metode ceramah digunakan karena hal-hal berikut:
a)      Jumlah khalayak cukup banyak.
b)      Guru akan memperkenalkan materi pelajaran baru.
c)      Khalayak telah mampu menerima informasi melalui kata-kata.
d)     Waktu terbatas, sedangkan materi/informasi banyak yang akan disampaikan.
Keterbatasan metode ceramah disebabkan oleh hal-hal berikut:
a)      Metode ceramah tidak dapat memberikan kesempatan untuk berdiskusi memecahkan masalah sehingga proses menyerap pengetahuannya kurang tajam.
b)      Kurang memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan keberanian mengemukakan pendapat.
c)      Metode ceramah tidak cocok dengant ingkah laku kemampuan anak yang masih kecil.
d)     Keberhasilan peserta didik tidak teratur.
2.      Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab merupakan metode guru bertanya kepada siswa. Pertanyaan merupakan perbuatan (hal) bertanya, permintaan keterangan, atau sesuatu yang ditanyakan. Pertanyaan merupakan pembangkit motivasi yang dapat merangsang peserta didik untuk berpikir. Pertanyaan dan jawaban yang tertulis bersifat lebih formal daripada tanya jawab lisan yang berlangsung cepat.
Proses menemukan jawaban dapat dilakukan dengan membaca, meneliti, atau diskusi. Membaca informasi dari berbagai sumber adalah salah satu tehnik untuk menemukan jawaban.
Kelebihan metode tanya jawab:
Ø  Metode tanya jawab dapat memperoleh sambutan yang lebih aktif.
Ø  Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat.
Ø  Mengetahui perbedaan-perbedaan pendapat yang ada, yang dapat dibawa ke arah diskusi.
Sedangkan kelemahan metode tanya jawab antara lain dapat menimbulkan penyimpangan dari pokok persoalan. Hal itu dapat terjadi jika kelompok siswa memberi jawaban atau mengajukan pertanyaan yang dapat menimbulkan masalah baru dan menyimpang dari pokok persolan.
3.      Metode Diskusi
Diskusi merupakan bentuk tukar pikiran antara dua orang atau lebih tentang suatu masalah untuk mencapai tujuan tertentu.metode diskusi merupakan interaksi siswa dengan siswa atau siswa dengan  guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali, atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu.
Macam diskusi:
Ø  Diskusi kelompok, yaitu diskusi yang terdiri atas beberapa kelompok orang, dan masing kelompok mempunyai kelompok dan seorang ketua dan notulis, serta tidak ada pendengar.
Ø  Diskusi panel, yaitu diskusi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang membahas suatu topik yang menjadi perhatian khalayak umum, pemdengar atau penonton.
Ø  Seminar, pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah dibawah pimpinan ahli (guru besar, pakar, dan lain sebagainya). Tujuan diskusi jenis ini tidak untuk memutuskan sesuatu.
Ø  Simposium, yaitu pertemuan dengan beberapa pembicara dengan menemukan pidato singkat dengan topik tertentu atau tentang beberapa aspek dari topik yang sama.
Ø  Konferensi, rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
Kelebihan-kelebihan metode diskusi:
o   Dapa mendorong partisipasi siswa secara aktif.
o   Menimbulkan kreatifitas dalam ide, pendapat, gagasan, prakarsa ataupun terobosan-terobosan baru dalam pemecahan masalah.
o   Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis dan partisipasi demokratis.
o   Melatih kestabilan emosi.
Kelemahan-kelemahan metode diskusi:
o   Sulit menentukan topik masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik.
o   Diskusi umumnya dikuasai oleh siswa yang gemar membaca.
o   Siswa yang pasif cenderung melepas tanggung jawab.
o   Banyak waktu yang terbuang.
o   Sukar diterapkan pada sekolah tingkat rendah seperti sekolah dasar.

4.      Metode Demonstrasi
            Suatu metode mengajar dengan jalan guru atau orang lain (yang sengaja diminta) atau siswa sendiri memperlihatkan atau mempertunjukkan gerakan-gerakan, suatu proses dengan prosedur yang benar disertai keterangan-keterangan kepada seluruh kelas.
            Kelebihan-kelebihan metode demonstrasi:
o   Pelajaran jadi lebih jelas dan lebih konkrit dan menghindari verbalisme.
o   Memudahkan peserta didik untuk lebih aktif mengamati dan dapat mencobanya sendiri.
o   Proses pengajaran akan lebih menarik.
o   Merangsang pesrta didik untuk lebih aktif mengamati dan dapat mencobanya sendiri.
o   Dapat disajikan bahan pelajaran yang tidak dapat dilakukan dengan menggunakan metode lain.
Kelemahan-kelemahan metode demonstrasi:
o   Memerlukan keteramplan guru secara khusus.
o   Memerlukan waktu yang banyak.
o   Memerlukan kematangan dalam perencanaan atau persiapan.
o   Keterbatasan dalam sumber belajar.
5.      Metode Drill (latihan)
Penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan latihan agar memiliki ketangkasan atau keterampilan lebih tinggi ataupun untuk meramalkan kebiasaan-kebiasaan tertentu seperti, kecakapan berbahasa, atletik, menulis dan lain-lain.
Kelebihan-kelebihan metode Drill (latihan):
o   Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dengan penggunaan metode ini.
o   Pemanfaatn kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaannya.
o   Pembrntukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks.
Kelemahan metode drill:
o   Menghambat bakat dan inisiatif siswa.
o   Bersifat mononton.
o   Membentuk kebiasaan kaku.
o   Meimnbulkan verbalisme.
C. KRITERIA PEMILIHAN DAN PENENTUAN METODE BELAJAR MENGAJAR
1.    Nilai Strategi Metode
Kegiatan belajar mengajar adalah sebuah interaksi yang bernilaipendidikan. Di dalamnya terjadi interaksi edukatif antara guru dan anak didik, ketika guru menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik di kelas. Bahan pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberikan dorongan (motivasi) kepada anak didik bila penyampainannya menggunakan strategi yang kurang tepat. Di sinilah kehadiran metode menempati posisi penting dalam penyampaian bahan pelajaran. Bahan pelajaran yang di sampaikan tanpa memperhatikan pemakaian metode justru akan mempersulit bagi guru dalam mencapai tujuan pelajaran. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pengajaran salah satunya disebabkan oleh pemilihan metode yang kurang tepat. Kelas yang kurang bergairah dan kondisi anak didik yang kurang kreatif dikarenakan penentuan metode yang kurang sesuai dengan sifat bahan dan tidak sesuai dengan tujuan pengajaran. Karena itu, dapat di pahami bahwa metode adalah suatu cara memillki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategisnya adalah metode dapatmempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar. Karena itu, guru sebaiknya memperhatikan dalam pemilihan danpenentuan metode sebelum kegiatan belajar mengajar di laksanakan di kelas
2.    Efektifitas Penggunaan Metode
Ketika anak didik tidak mampu berkonsentrasi, ketika sebagian besar anak didik membuat kegaduhan, ketika anak didik menujukkan kelesuan,ketika minat anak didik semakin berkurang dan ketika sebagian besar anak didik tidak menguasai bahan yang telah guru sampaikan, ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebabnya dan berusaha mencari jawaban secara tepat. Karena bila tidak, maka apa yang guru sampaikan akan sia-sia. Boleh jadi dari sekian keadaan tersebut, salah satu penyebabnya adalah faktor metode. Karenanya, efektifitas penggunaan metode patut di pertanyakan. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yang telah dirumuskan.
3.    Pentingnya pemilihan dan penentuan metode
Maksudnya salah satu kegiatan yang harus guru lakukan adalah melakukan pemilihan dan penentuan metode untuk mencapai tujuan pengajaran. Misalnya tujuan pengajaran adalah agar anak didik dapat menuliskan sebagian dari ayat-ayat dalam surat Al Fatihah, maka guru tidak tepat apabila menggunakan metode diskusi, tetapi yang tepat adalah metode latihan.
4.    Faktor-faktor yang berpengaruh pada pemilihan dan penentuan metode
Dalam proses belajar mengajar guru harus selalu mencari cara-cara baruuntuk menyesuaikan pengajarannya dengan situasi yang dihadapi. Metode-metode yang digunakan pun haruslah bervariasi untuk menghindari kejenuhan pada siswa. Namun metode yang bervariasi ini tidak akan menguntungkan bila tidak sesuaidengan situasinya. Baik tidaknya suatu metode pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor. Winarno Surakhmad dalam Djamarah mengatakan bahwa pemilihandan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: 
a.    Anak didik 
Di ruang kelas guru akan berhadapan dengan sejumlah anak dengan latar  belakang kehidupan yang berlainan. Status sosial mereka juga bermacam-macam.Demikian juga dengan jenis kelamin serta postur tubuh. Pendek kata dari aspek fisik selalu ada perbedaan dan persamaan pada setiap anak didik. Sedangkan dari segiintelektual pun sama ada perbedaan yang ditunjukkan dari cepat dan lambatnya tanggapan anak didik terhadap rangsangan yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar. Aspek psikologis juga ada perbedaan yaitu adanya anak didik yang pendiam, terbuka, dan lain-lain. Perbedaan dari aspek yang disebutkan di atasmempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang mana sebaiknya guru ambiluntuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam waktu yang relatif lamademi tercapainya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara operasional
b.    Tujuan yang akan dicapai
Tujuan adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Halini dapat mempengaruhi penyeleksian metode yang harus digunakan. Metode yangdipilih guru harus sesuai dengan taraf kemampuan yang hendak diisi ke dalam dirisetiap anak didik. Jadi metode harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
c.    Situasi belajar mengajar 
Situasi belajar mengajar yang diciptakan guru tidak selamanya sama. Makaguru harus memilih metode mengajar yang sesuai dengan situasi yang diciptakan. Diwaktu lain, sesuai dengan sifat bahan dan kemampuan yang ingin dicapai oleh tujuanmaka guru menciptakan lingkungan belajar secara berkelompok. Jadi situasi yangdiciptakan mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar
d.   Fasilitas belajar mengajar 
Fasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuanmetode mengajar. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak disekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metodemengajar
e.    Guru
Latar belakang pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Apalagi belum memiliki pengalaman mengajar yang memadai. Tetapi ada juga yang tepat memilihnya namun dalam pelaksanaannyamenemui kendala disebabkan labilnya kepribadian dan dangkalnya penguasaan atas metode yang digunakan.

Sedangkan kriteria pemilihan metode menurut Slameto (1991:98) adalah
a.    Tujuan pengajaran, yaitu tingkah laku yang diharapkan dapat ditunjukkan siswasetelah proses belajar mengajar
b.    Materi pengajaran, yaitu bahan yang disajikan dalam pengajaran yang berupafakta yang memerlukan metode yang berbeda dari metode yang dipakai untuk mengajarkan materi yang berupa konsep, prosedur atau kaidah
c.    Besar kelas (jumlah kelas), yaitu banyaknya siswa yang mengikuti pelajarandalam kelas yang bersangkutan. Kelas dengan 5-10 orang siswa memerlukanmetode pengajaran yang berbeda dibandingkan kelas dengan 50-100 orang siswa
d.   Kemampuan siswa, yaitu kemampuan siswa menangkap dan mengembangkan bahan pengajaran yang diajarkan. Hal ini banyak tergantung pada tingkat kematangan siswa baik mental, fisik dan intelektualnya
e.    Kemampuan guru, yaitu kemampuan dalam menggunakan berbagai jenis metode pengajaran yang optimal













DAFTAR PUSTAKA

            Mufarrokah, Anissatul.2009. strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Teras
            sHardini, isriani dan Dewi Puspitasari.2012. Strategi Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: Familia
Jamarah, Syaiful Bahri  dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar