Photobucket"alt="gambar"title="klik here to get more"/>

Mengenai Saya

Foto Saya
kecil tapi berkeinginan besar

Selasa, 17 Januari 2012

SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

Pendahuluan
Lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, pada abad ke-7 M, menimbulkan suatu tenaga penggerak yang luar biasa, yang pernah dialami oleh umat manusia. Islam merupakan gerakan raksasa yang telah berjalan sepanjang zaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Begitu pula pendidikannya telah menjadi cacatan sejarah yang cukup terkenal dan mempengaruhi pengetahuan di dunia ini. Disini kita sedikit membahas tentang sejarah pendidikan islam dari masa kemasa hingga masuk ke Indonesia. Semoga bermanfaat.

Pembahasan
Pendidikan pada masa nabi Muhammad saw
PERIODE MEKKAH
Nabi menerima wahyu pertama dan kedua pada tahun 610
Ada 4 macam kesimpulan
a) Pendidikan keagamaan
b) Pendidikan ‘akliyah dan ilmiyah
c) Pendidikan akhlak dan budi pekerti
d) Pendidikan jasmani
Cara nabi menyiarkan agama islam dengan berpidato dan bertablig di tempat yang ramai di kunjungi orang.
Intisari pendidikan dan pengajaran islam yang diberikan nabi saw
MAKKAH
1. I’tiqad dan keimanan
2. Amal ibadat
3. Akhlaq

MADINAH
Dimulai dari mendirikan masjid dan pendidikan pada amal sosial. Lebih rincinya :
1. Keagamaan
a. Keimanan
b. Ibadat
2. Akhlaq
3. Jasmani
4. Syariat yang berhubungan dengan masyarakat
Pembelajaran masa nabi adalah
1. Membaca
2. Menulis
3. Bahasa asing
4. Gender
Cara nabi mengajarkan agama dan akhlak
a. Dengan cara tanya jawab
b. Dengan memberi contoh
c. Membacakan ayat-ayat al quran


PENDIDIKAN PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN DAN BANI UMAYAH
Masa khalifah Abubakar Siddiq (632-634)
Masa awal kekhalifahan Abu Bakar diguncang pemberontakan oleh orang-orang murtad, orang-orang yang mengaku sebagai nabi dan orang-orang yang enggan membayar zakat. Berdasarkan hal ini Abu Bakar memusatkan perhatiannya untuk memerangi para pemberontak yang dapat mengacaukan keamanan dan mempengaruhi orang-orang Islam yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari ajaran Islam. Dalam penumpasan ini banyak umat Islam yang gugur, yang terdiri dari sahabat dekat Rasulullah dan para hafizh al-Qur’an, sehingga mengurangi jumlah sahabat yang hafal al-Qur'an. Kemudian untuk merealisasikan saran Umar ibn khatab tersebut diutuslah Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan semua tulisan al-Qur'an. Pola pendidikan pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi, baik dari segi materi maupun lembaga pendidikannya.
Dari segi materi pendidikan Islam terdiri dari pendidikan tauhid atau keimanan, akhlak, ibadah, kesehatan dan lain sebagainya.
1. Pendidikan keimanan yaitu menanamkan bahwa satu-satunya yang wajib disembah adalah Allah.
2. Pendidikan akhlak seperti adab masuk rumah orang, sopan santun bertetangga, bergaul dalam masyarakat dan lain sebagainya.Pendidikan ibadah seperti pelaksanaan shalat puasa dan haji.
3. Kesehatan seperti tentang kebersihan, gerak gerik dalam shalat merupakan didikan untuk memperkuat jasmani dan rohani.
Menurut Ahmad Syalabi, lembaga untuk belajar membaca menulis ini disebut dengan kuttaab. Kuttab merupakan lembaga pendidikan yang dibentuk setelah mesjid, selanjutnya Asama Hasan Fahmi mengatakan bahwa kuttab didirikan oleh orang-orang Arab pada masa Abu Bakar dan pusat pembelajaran pada masa ini adalah Madinah, sedangkan yang bertindak sebagai tenaga pendidik adalah para sahabat rasul yang terdekat. Lembaga pendidikan Islam adalah masjid, mesjid dijadikan sebagai benteng pertahanan rohani, tempat pertemuan dan lembaga pendidikan Islam, sebagai tempat shalat berjamaah, membaca al-Qur'an dan lain sebagainya.
Berdasarkan uraian diatas, penulis berkesimpulan bahwa pelaksanaan pendidikan Islam pada masa khalifah Abu Bakar ini adalah sama dengan pendidikan Islam yang dilaksanakan pada masa Nabi baik matei maupun lembaga pendidikannya.
2. Masa Umar bin Khatab (13-23 H : 634-644 M)
Sesuai dengan kedudukan manusia sebagai makhluk yang mulia, fikiran, perasaan dan kemampuan berbuat, merupakan komponen dari kemuliaan dan kesempurnaan yang melengkapi ciptaan (kejadian) manusia. Firman Allah Swt:
لقد خلقناالا نسان فى أحسن تقويم (التين , 95 :4 )
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya . ( QS : 95 :4)

Abu Bakar telah menyaksikan persoalan yang timbul dikalangan kaum muslimin setelah nabi wafat, berdasarkan hal inilah Abu Bakar menunjuk penggantinya yaitu Umar bin Khatab, yang tujuan adalah untuk mencegah supaya tidak terjadi perselisihan dan perpecahan dikalangan umat Islam, kebijakan Abu Bakar tersebut ternyata diterima masyarakat. Pada masa khalifah Umar bin khatab, kondisi politik dalam keadaan stabil, usaha perluasan wilayah Islam memperoleh hasil yang gemilang. Wilayah Islam pada masa Umar bin khatab meliputi semenanjung Arabia, Palestina, Syiria, Irak, Persia dan Mesir.
Dengan meluasnya wilayah Islam sampai keluar jazirah Arab, nampaknya khalifah memikirkan pendidikan Islam didaerah-daerah yang baru ditaklukkan itu. Untuk itu Umar bin Khatab memerintahkan para panglima perangnya, apabila mereka berhasil menguasai satu kota, hendaknya mereka mendirikan Mesjid sebagai tempat ibadah dan pendidikan.
Berkaitan dengan masalah pendidikan ini, khalifah Umar bin Khatab merupakan seorang pendidik yang melakukan penyuluhan pendidikan di kota Madinah, beliau juga menerapkan pendidikan di mesjid-mesjid dan pasar-pasar serta mengangkat dan menunjuk guru-guru untuk tiap-tiap daerah yang ditaklukkan itu, mereka bertugas mengajarkan isi al-Qur'an dan ajaran Islam lainnya seperti fiqh kepada penduduk yang baru masuk Islam.
Diantara sahabat-sahabat yang ditunjuk oleh Umar bin Khatab ke daerah adalah Abdurahman bin Ma’qal dan Imran bin al-Hashim. Kedua orang ini ditempatkan di Basyrah. Abdurrahman bin Ghanam dikirim ke Syiria dan Hasan bin Abi Jabalah dikirim ke Mesir. Adapun metode yang mereka pakai adalah guru duduk dihalaman mesjid sedangkan murid melingkarinya.
Pada masa khalifah Umar bin Khatab, mata pelajaran yang diberikan adalah membaca dan menulis al-Qur'an dan menghafalnya serta belajar pokok-pokok agama Islam. Pendidikan pada masa Umar bin Khatab ini lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya. Pada masa ini tuntutan untuk belajar bahasa Arab juga sudah mulai tampak, orang yang baru masuk Islam dari daerah yang ditaklukkan harus belajar bahasa Arab, jika ingin belajar dan memahami pengetahuan. Islam. Oleh karena itu pada masa ini sudah terdapat pengajaran bahasa Arab. Ditetapkannya mesjid sebagai pusat pendidikan, juga telah terbentuknya pusat-pusat pendidikan Islam diberbagai kota dengan matei yang dikembangkan, baik dari segi ilmu bahasa, menulis dan pokok ilmu-ilmu lainnya. Pendidikan dikelola dibawah pengaturan gubernur yang berkuasa saat itu, serta diiringi kemajuan diberbagai bidang, seperti jawatan pos, kepolisian, baitul mal dan sebagainya. Adapun sumber gaji para pendidik pada waktu itu diambilkan dari daerah yang ditaklukan dan dari baitul mal.
3. Masa Khalifah Usman bin Affan (23-35 H : 644 – 656M)
Pada masa Khalifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Pendidikan dimasa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan Islam. Para sahabat yang berpengaruh dan dekat dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan Madinah di masa khalifah Umar, diberikan kelonggaran untuk keluar dan menetap didaerah-daerah yang mereka sukai. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di daerah-daerah.
Proses pelaksanaan pola pendidikan pada masa Usman ini lebih ringan dan lebih mudah dijangkau oleh seluruh peserta didik yang ingin menuntut dan belajar Islam dan dari segi pusat pendidikan juga lebih banyak, sebab pada masa ini para sahabat bisa memilih tempat yang mereka inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat.
Khalifah Usman sudah merasa cukup dengan pendidikan yang sudah berjalan, namun begitu ada satu saha yang cemerlang yang telah terjadi dimasa ini yang berpengaruh luar biasa bagi pendidikan Islam yaitu untuk mengumpulkan tulisan-tulisan ayat-ayat al-Qur'an. Penyalinan ini terjadi kaena perselisihan dalam bacaan al-Qur'an. Berdasarkan hal ini, khalifah Usman memerintahkan kepada tim untuk penyalinan tersebut, adapun tim tersebut adalah :
One. Zaid bin Tsabit
Two. Abdullah bin Zubair
Three. Zaid bin Ash
Four. Abdurrahman bin Harist
Bila terjadi pertikaian bacaan, maka harus diambil pedoman kepada dialek suku Quraisy, sebab al-Qur'an ini diturunkan menurut dialek mereka sesuai dengan lisan Quraisy, karena al-Qur'an diturunkan dengan lisan Quraisy. Zaid bin Tsabit bukan orang Quraisy sedangkan ketiganya adalah orang Quraisy.
Tugas mendidik dan mengajar umat pada masa Usman bin Affan diserahkan pada umat itu sendiri, artinya pemerintah tidak mengangkat guru-guru, dengan demikian para pendidik sendiri melaksanakan tugasnya hanya dengan mengharapkan keridhaan Allah.
Bahwa pada masa khalifah Usman bin Affan tidak banyak terjadi perkembangan pendidikan, kalau dibandingkan dengan masa kekhalifahan Umar bin Khatab, sebab pada masa khalifah Usman urusan pendidikan diserahkan saja kepada rakyat. Dan apabila dilihat dari segi kondisi pemerintahan Usman banyak timbul pergolakan dalam masyarakat sebagai akibat ketidaksenangan mereka terhadap kebijakan Usman yang mengangkat kerabatnya dalam jabatan pemerintahan.
4. Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib (35-40 H : 656-661 M)
Pada masa Ali telah terjadi kekacauan dan pemberontakan, sehingga dimasa ia berkuasan pemerintahannya tidak stabil. Dengan kericuhan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Pada saat itu Ali tidak sempat lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan perhatiannya ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi masyarakat Islam. Dengan demikian pola pendidikan pada masa khulafaurrasyidin tidak jauh berbeda dengan masa Nabi yang menekan pada pengajaran baca tulis dan ajaran-ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur'an dan Hadist Nabi.

C. Pusat-Pusat Pendidikan pada Masa Khulafaurrasyidin
Pusat-pusat pendidikan pada masa Khulafaurrasyidin adalah antara lain :
a. Mekah
Guru pertama di Mekkah adalah Muaz bin Jabal yang mengajarkan al-Qur'an dan fiqh.
b. Madinah
Sahabat yang terkenal diantara lain, Abu Bakar, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan sahabat-sahabat lainnya.
c. Basrah
Sahabat yang termasyhur antara lain : Abu Musa al-Asy’ary, dia adalah seorang ahli fiqh dan al-Qur'an.
d. Kuffah
Sahabat-sahabat yang termasyhur disini adalah Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Mas’ud. Abdullah bin Mas’ud mengajarkan al-Qur'an, ia adalah ahli tafsir, hadis dan fiqh.
e. Damsyik (Syam)
Setelah Syam (Syiria) menjdai bagian negara Islam dan penduduknya banyak beragama Islam. Maka khalifah Umar mengirim tiga orang guru kenegara itu. Yang dikirim itu adalah Mu’az bin Jabatl, Ubaidah dan Abu Darda’. Ketiga sahabat ini mengajar di Syam pada tempat yang berbeda. Abu Darda’ di Damsyik, Mu’az bin Jabal di Palestina dan Ubaidah di Hims.
f. Mesir
Sahabat yang mula-mula mendirikan madrasah dan menjadi guru di Mesir adalah Abdullah bin Amru bin Ash, ia adalah seorang ahli hadis.
Pola pendidikan pada periode Dinasti Umayyah melanjutkan pendidikan semasa Khulafa ar Rasyiddin, walaupun ada sisi perbedaan dan perkembangan tersendiri. Perkembangan tempat-tempat perkembangan pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah ada tiga macam yaitu:
1. Kuttub
2. Mesjid
3. Masjelis Sastra
Disamping itu, pada periode Dinasti Umayyah juga telah melaksanakan pendidikan dengan tingkat-tingkat sebagai berikut:
1. Tingkat pertama
2. Tingkat menengah
3. Tingkat tinggi
Dimana kurikulumnya telah disesuaikan dengan tingkatannya masing-masing.
Karena makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu pemakalah minta saran dan kritikan dari saudara dan Bapak Dosen pembimbing demi kesempurnaan makalah ini.
Ulama-ulama
a. Ahli tafsir
b. Ahli hadits
c. Ahli fiqh

PENDIDIKAN PADA MASA ABBASIYAH
Tujuan pendidikan
1. Tujuan keagamaan dan akhlaq
2. Tujuan kemasyarakatan
3. Cinta akan ilmu pengetahuan
4. Tujuan kebendaan
Tingkat pengajaran
a. Kuttab
b. Masjid dan majlis sastra
c. Baitul hikmah & darul ilmu
Lahirnya madrasah
Sebabbanyaknya madrasah berdiri
1. Untuk mengambil hati rakyat
2. Untuk mengharapkan pahala dan ampunan dari pada tuhan
3. Untuk memelihara kehidupan anaknya kemudian hari
4. Untuk memperkuat aliran keagamaan bagi sultan atau pembesar

MADRASAH NIZAMIYAH
Nama nizamiyah diambil dari pedirinya yaitu Nizam Al Mulk. Madrasah nizamiyah itu dapat disamakan fakultas masa sekarang.
Beberapa madrasah
a. Madrasah nizamiyah bagdad
b. Madrasah nurudin zinki
c. Madrasah al mustanshiriah
d. Dan beberapa madrasah di Andalusia

PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN KHUSUS
1. Di istana khalifah dan pembesar-pembesar
2. Ditoko kitab
3. Dirumah ulama
4. Di majlis sastra
5. Di badiah
6. Di perpustakaan
7. Ribath
8. Rumah sakit

Lahirnya kitab-kitab pelajaran
Sebelumnya ilmu-ilmu diajarkan lewat mulut kemulut, sedikit demikit dibukukan menjadi kitab-kitab. Beberapa kitab :
1. Kitab hadits
2. Kitab tafsir
3. Kitap fiqh dan ushul fiqh
4. Kitab nahwu / sastera
5. Kitab tarikh
PHASE PENDIDIKAN FILSAFAT
Ditandai beberapa buku asing yang diterjemahkan kebahasa arab
a. Dari bahasa yunani : 105 buku
b. Dari bahasa Persia : 20 buku
c. Dari bahasa Sanskrit : 30 buku
d. Dari bahasa suryani dan nibthi : 20 buku
e. Dari bahasa latin dan ibrani : 20 buku
Nama-nama filosof islam

a. Al kindy
b. Al faraby
c. Akhwanus shafa
d. Ibnu sina
e. Ibnul haitsam
f. Ibnu maskawaih
g. Al ghazaly
h. Ibnu bajah
i. Ibnu thufail
j. Muhyidin bin al araby
k. Ibnu rusyd
l. Ibnu khaldun


PENDIDIKAN MASA NAMLUKS
Masa namluks di mesir pada tahun 659 h sultan namluks mengangkat khalifah abbasiyah. Dengan demikian ibukota alam islami berpindah ke mesir. Begitu juga pusat pendidikan berpindah ke kairo. Dan berdirilah perguruan tertua di dunia yaitu Al Azhar mesir.

PENDIDIKAN MASA USMANIYAH TURKI
Setelah mesir jatuh dibawah kekuasaan usmaniyah turki, kitab-kitab dan barang yang ada di bawa ke Istanbul. Pada masa usmaniyah turki pendidikan dan pengajaran mengalami kemunduran, terutama diwilayah-wilayah.

MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI INDONESIA
Hampir semua ahli sejarah menyatakan bahwa dearah Indonesia yang mula-mula di masuki Islam ialah daerah Aceh.(Taufik Abdullah, 1983: 4). Berdasarkan kesimpulan seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia yang berlangsung di Medan pada tanggal 17 – 20 Maret 1963, yaitu:
• Islam untuk pertama kalinya telah masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, dan langsung dari Arab
• Daerah yang pertama kali didatangi oleh Islam adalah pesisir Sumatera, adapun kerajaan Islam yang pertama adalah di Pasai
• Dalam proses pengislaman selanjutnya, orang-orang Islam Indonesia ikut aktif mengambil peranan dan proses penyiaran Islam dilakukan secara damai.
Keterangan Islam di Indonesia, ikut mencerdaskan rakyat dan membawa peradaban yang tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia.(Taufik Abdullah, 1983: 5)
Masuknya Islam ke Indonesia ada yang mengatakan dari India, dari Persia, atau dari Arab. (Musrifah, 2005: 10-11). Dan jalur yang digunakan adalah:
a. Perdagangan.
b. Dakwah.
c. Perkawinan.
d. Pendidikan.
e. Kesenian.

Ada dua faktor penting yang menyebabkan masyarakat Islam mudah berkembang di Aceh, yaitu:
1. Letaknya sangat strategis dalam hubungannya dengan jalur Timur Tengah dan Tiongkok.
2. Pengaruh Hindu – Budha dari Kerajaan Sriwijaya di Palembang tidak begitu berakar kuat dikalangan rakyat Aceh, karena jarak antara Palembang dan Aceh cukup jauh

Kesimpulan
Pendidikan merupakan suatu proses belajar engajar yang membiasakan kepada warga masyarakat sedini mungkin untuk menggali, memahami dan mengamalkan semua nilai yang disepakati sebagai nilai yang terpujikan dan dikehendaki, serta berguna bagi kehidupan dan perkembangan ciri pribadi, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan Islam sendiri adalah proses bimbingan terhadap peserta didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik (insan kamil).
Keberhasilan dan kemajuan pendidikan di masa kemasa menjadi tolak ukur dan sebagai pedoman dan sejarah bahwasanya pendidikan islam mempunyai andil besar dalam ilmu pengetahuan.

Referensi
Yunus, Mahmud. Sejarah Pendidikan Islam. 1990. Hidakarya Agung : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar